Merawat Monstera di Iklim Tropis: Panduan Lapangan
Monstera bukan tanaman manja — ia hanya butuh dibaca. Catatan enam bulan kami merawat koleksi Albo dari Kebun Senja, dari penyesuaian media hingga memicu daun berlobus.

Ketika Aji dari Kebun Senja menitipkan seekor Monstera Albo berumur tiga tahun ke ruang redaksi, kami mengira ini akan mudah. Kelembapan Jakarta 80 persen, suhu 30 derajat — habitat monstera, bukan?
Dua minggu kemudian, dua daun menguning. Inilah catatan kami memperbaikinya.
Membaca media, bukan jadwal
Kesalahan pertama kami: menyiram tiap Senin, seperti alarm. Di iklim tropis, evapotranspirasi berjalan tidak merata — minggu hujan dan minggo panas memberi kecepatan pengeringan yang berbeda. Tangan lebih jujur dari kalender: tusukkan jari 5 cm ke media. Jika menempel di kulit, tunda siram.
Media yang kami pakai akhirnya adalah campuran 60% cocopeat, 30% pakis, 10% perlit — cukup gembur untuk akar udara monstera bernapas.
Cahaya: terang, tapi tidak terbakar
Jendela timur adalah posisi manis untuk monstera di Indonesia. Cahaya pagi tidak membakar daun, dan variegasi putih Albo — yang tidak punya klorofil — butuh kecerahan penuh untuk fotosintesis di sektor hijau sisanya.
5 stories
Tim redaksi Aroid Care — catatan lapangan, panduan perawatan, dan wawancara penanam dari seluruh nusantara.
Read next
Other stories you might enjoy.