Merawat Monstera di Iklim Tropis: Panduan Lapangan

Monstera bukan tanaman manja — ia hanya butuh dibaca. Catatan enam bulan kami merawat koleksi Albo dari Kebun Senja, dari penyesuaian media hingga memicu daun berlobus.

8 min read

Ketika Aji dari Kebun Senja menitipkan seekor Monstera Albo berumur tiga tahun ke ruang redaksi, kami mengira ini akan mudah. Kelembapan Jakarta 80 persen, suhu 30 derajat — habitat monstera, bukan?

Dua minggu kemudian, dua daun menguning. Inilah catatan kami memperbaikinya.

Membaca media, bukan jadwal

Kesalahan pertama kami: menyiram tiap Senin, seperti alarm. Di iklim tropis, evapotranspirasi berjalan tidak merata — minggu hujan dan minggo panas memberi kecepatan pengeringan yang berbeda. Tangan lebih jujur dari kalender: tusukkan jari 5 cm ke media. Jika menempel di kulit, tunda siram.

Media yang kami pakai akhirnya adalah campuran 60% cocopeat, 30% pakis, 10% perlit — cukup gembur untuk akar udara monstera bernapas.

Cahaya: terang, tapi tidak terbakar

Jendela timur adalah posisi manis untuk monstera di Indonesia. Cahaya pagi tidak membakar daun, dan variegasi putih Albo — yang tidak punya klorofil — butuh kecerahan penuh untuk fotosintesis di sektor hijau sisanya.

Share
About the author

5 stories

Tim redaksi Aroid Care — catatan lapangan, panduan perawatan, dan wawancara penanam dari seluruh nusantara.

Read next

Read next

Other stories you might enjoy.

Aroid Care · Greening Indonesia, one leaf at a time